Mengoptimalkan Alur Registrasi Privy untuk Mengurangi Friksi dan Meningkatkan Konversi

Project Type

UX Optimization & Strategic Redesign

Roles

Senior Product Designer (End-to-End)

Tools

Figma, Miro, Jira

Platform

Mobile Apps (iOS & Android)

Key Impact

+23% Conversion Rate & -37% Support Tickets

Ringkasan Eksekutif (Executive Summary)

Proses registrasi adalah pintu gerbang utama akuisisi pengguna. Alur registrasi Privy sebelumnya mengalami tingkat drop-off yang tinggi akibat proses verifikasi ganda yang membingungkan dan masalah retensi password.

  • Tantangan: Pengguna diwajibkan melakukan dua kali verifikasi OTP (SMS & Email) yang menyebabkan persepsi "error" atau kebingungan. Selain itu, password yang di-generate otomatis oleh sistem menyebabkan beban ingatan (memory load) tinggi bagi pengguna baru.

  • Solusi: Saya merancang ulang alur menjadi lebih linear dengan menghapus OTP Email. Verifikasi email diubah menjadi metode implisit melalui tautan "Buat Password" yang dikirim ke email. Ini memberdayakan pengguna untuk mengatur password mereka sendiri sekaligus memverifikasi akun dalam satu langkah.

  • Hasil: Perubahan ini menyederhanakan langkah dari 5 menjadi 3 tahap inti, menghasilkan dampak bisnis yang nyata pada tingkat konversi dan efisiensi operasional.


Masalah & Data (The Problem Deep Dive)

Berdasarkan analisis data funnel dan laporan tim Customer Support, kami mengidentifikasi dua hambatan kritikal:

  1. Kebingungan Verifikasi Ganda (The Double OTP Trap): Alur lama mewajibkan input OTP SMS, kemudian lanjut ke input OTP Email.

    • Pain Point: Banyak pengguna mengira OTP kedua adalah pengiriman ulang (resend) dari OTP pertama yang "gagal".

    • Akibat: Frustrasi dan drop-off signifikan di langkah verifikasi email.

  2. Beban Kognitif Password (The Memory Wall): Sistem memberikan username dan password acak di akhir proses.

    • Pain Point: Pengguna tidak memiliki kesempatan untuk mengingat password tersebut.

    • Akibat: Pengguna baru langsung menekan tombol "Lupa Password" pada percobaan login pertama mereka, menciptakan pengalaman onboarding yang buruk.


Peran Saya

Sebagai Senior Product Designer, saya memimpin inisiatif ini dengan tanggung jawab meliputi:

  • Research Analysis: Membedah data analitik dan tiket support untuk menemukan akar masalah.

  • UX Strategy: Merumuskan solusi yang menyeimbangkan keamanan (verifikasi) dengan kemudahan penggunaan (usability).

  • Prototyping: Merancang wireframe, alur interaksi, dan high-fidelity UI.

  • Validation: Berkolaborasi dengan Product Manager dan Engineering untuk memastikan kelayakan teknis dari penghapusan satu layer OTP tanpa mengurangi standar keamanan.


Solusi Desain (The Solution)

Strategi: "Verifikasi Tanpa Interupsi"

Pertanyaan kuncinya adalah: Bagaimana cara memvalidasi email tanpa meminta pengguna memasukkan kode angka lagi?

Saya memutuskan untuk menggabungkan verifikasi email dengan pembuatan password.


Perubahan Alur (Flow Transformation)

  • Alur Lama (5 Langkah): Input HP & Email → OTP SMS → OTP Email → Sistem Generate Password → Selesai.

  • Alur Baru (3 Langkah Inti): Input HP & Email → OTP SMS → Cek Email untuk Buat Password (Verifikasi Implisit) → Selesai.


Desain UI & Interaksi

  1. Fokus Tunggal pada OTP SMS: Pengguna hanya diminta memasukkan satu OTP (SMS) untuk memverifikasi perangkat. Ini menghilangkan kebingungan "kode mana yang harus dimasukkan".

  2. Kamuflase Verifikasi Email: Alih-alih meminta kode, sistem mengirimkan tautan ke email pengguna dengan CTA "Setup Password Anda".

    • Security Logic: Saat pengguna mengklik tautan ini dari email mereka, sistem secara otomatis memvalidasi bahwa email tersebut aktif dan milik mereka.

  3. User-Generated Password: Pengguna kini membuat password mereka sendiri. Ini menerapkan prinsip psikologi Jakob's Law, di mana pengguna lebih nyaman dengan pola yang sudah mereka kenal (password buatan sendiri).


Hasil & Dampak Bisnis (Impact & Metrics)

Setelah peluncuran, kami memantau kohort pengguna baru selama satu bulan dan mencatat perbaikan signifikan pada metrik efisiensi dan operasional:

  • 23% Peningkatan Konversi Registrasi: Dengan menghilangkan friksi OTP kedua, alur menjadi lebih mulus, meningkatkan jumlah pengguna yang berhasil menyelesaikan pendaftaran sebesar 23%.

  • 72% Penurunan "Lupa Password" (Minggu Pertama): Validasi terbesar dari solusi ini. Karena pengguna membuat password sendiri, angka penggunaan fitur "Lupa Password" di kalangan pengguna baru turun drastis sebesar 72%.

  • 37% Penurunan Tiket Dukungan: Gabungan dari alur yang lebih jelas dan hilangnya masalah password otomatis mengurangi beban tim Customer Support terkait isu registrasi sebesar 37%.


Refleksi (Key Takeaways)

Proyek ini mengajarkan bahwa dalam desain produk, mengurangi langkah bukan berarti mengurangi keamanan.

Dengan mengubah mekanisme verifikasi dari eksplisit (input kode) menjadi implisit (klik tautan akses), kami berhasil mempertahankan standar keamanan sekaligus meningkatkan user experience secara signifikan. Solusi terbaik seringkali adalah solusi yang membuat teknologi terasa "hilang" dan membiarkan pengguna fokus pada tujuan mereka.

Create a free website with Framer, the website builder loved by startups, designers and agencies.